Ketua DPD KNPI Papua Minta IPDN Prioritaskan Anak Asli Papua 

JAYAPURA – Terlihat banyaknya  anak – anak Papua lulusan SMA/SMK yang tidak lulus pada seleksi adminstrasi awal Institut Pemerintahan Dalam Negeri, (IPDN) formasih 2019 yang didominasi oleh non papua, membuat Ketua KNPI Papua Albertho Gonszales Wanombo gerah dan mengutuk keras hasil  tes tersebut.
“Saya menegaskan bahwa mengutuk keras hasil tes  IPDN yang tidak memihak kepada anak – anak Papua, ini terlalu sekali masa setiap tahun anak – anak Papua kuotanya sedikit terus, sedangkan non papua terus saja mendominasi, IPDN harus prioritaskan anak asli Papua,” katanya di Jayapura, Senin, (6/5).
Albertho mengaskan sebagai pemuda ia menilai seleksi IPDN setiap tahunya  selalu  saja ada perbedaan yang sangat siknifikan yang didominasi oleh non papua yang lulus dimana dalam penguman peserta yang memenuhi syarat ferifikasi dokumen administrasi persyaratan pendaftaran seleksi penerimaan calon praja IPDN 2019 yang tertera di alamat https://spcp.ipdn.ac.id/2019/ menunjukan bahwa banyak mahasiswa anak – anak papua yang tidak lulus sedangkan didominasi oleh non papua.
” Ini masalah yang sama, Tahun lalu juga sama banyak anak – anak Papua yang tidak lulus dan yang lulus banyak di dominasi oleh non papua, sebenarnya anak Papua itu mampu tapi ini terkesan adik- adik kami di rugikan, kami menduga ada permainan oleh oknum yang merugikan orang Papua untuk meloloskan yang lain,” ujarnya.
Lebih lanjud ia menegaskan bahwa seharusnya pemerintah daerah di 29 kabupaten dan satu kota suda menyiapkan anak – anak SMA/SMK sejak dini untuk tes IPDN sehingga  mereka bisa lulus.
“Pemerintah di 29 kabupaten kota harusnya siapkan anak – anak kita ikut tes cpns  karena mereka ini yang akan kembali membangun negerinya sendiri dengan apa yang didapat didalam IPDN,” Paparnya.
Bahkan ia menyoal soal langka majelis rakyat Papua, (MRP) yang suds dilakukan tahun lalu nampaknya sia – sia karena hal ini masih berlangsung.
“MRP dan Pemerintah harus tegas ini masalah hak orang asli Papua,  saya itu heran masa Tanah Kami dirampas, hutan kami dirampas, Laut kami diramapas dan emas kami dirampas trus sekarang hak anak – anak kami di IPDN di rampas juga seharunya sodara – sodari kami dari luar Papua bisa berikan kesempatan kepada anak – anal Papua, biarkan kami pintar dan memimpin masyarakat kami di negeri kami sendiri,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya IPDN Harus menindaklanjuti penegasan Gubenur Papua yang menolak formasi IPDN yang tidak memprioritaskan anak – anak asli Papua.
“Kami berharap IPDN ikut apa yang disampaikan Gubernur karena  apa yang disampaikan Gubernur pada saat itu menolak formasi IPDN yang didominasi oleh non Papua semua mewakili isi hati kami orang Papua untuk itu IPDN harus pahami bahwa Papua merupakan daerah khusus sehingga Ada hal kesuksesan bagian anak Papua apapun itu,” katanya, (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *