Klarifikasi Tuduhan Pemukulan, 2 Calon Angota KPU Mamteng Minta KPU RI Tidak Menerima Laporan Sepihak 

JAYAPURA – Merasa namanya dilibatkan dalam kasus pemukulan dan pegeroyokan di Hotel Fave Jayapura yang dilaporkan kepada KPU RI oleh beberapa oknum, Calon Angota KPU Mamberamo Tenga Yasin Penggu dan Simon Yigibalom  memberian klarifikasi bahwa dirinya tidak terlibat.
Calon Angota KPU yang suda masuk lima besar Yasin Penggu kepada media ini mengaku bahwa  dirinya dan Simon Yigibalom  telah mengikuti Seleksi KPU yang baru saja melakukan fit and proper test di Polda Papua bersama angota lainya untuk penentuan 5 besar KPU Mamberamo oleh KPU RI.
“Kami ingin mengklarifikasi bahwa ada oknum tertentu yang mengatas  namakan Yasin Penggub(Dirinya) dan Simon Yigibalom Ke KPU RI bahwa beberapa waktu lalu adanya tindakan pengeroyokan atau tidakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang di Hotel Five Kota Jayapura ada di laporkan ke KPU RI bahwa otak di balik pemukilan ini adalah kami berdua sementara kami tidak tau menau tentang aksi kekerasan tersebut karena kami juga bagian dari calon angota KPU,” katanya sambil menunjukan laporan tersebut di HPnya, Di Jayapura, Sebtu, (6/4).
Dikatakan sebelum dalam proses fit and proper test di hotel five ia mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut karena datang dalam keadaan terlambat.
“Kasus pemukulan terhadap saudara Natalius Walela sama sekali kami tidak tahu menahu, tetapi kita mendengar ada sekelompok orang yang melaporkan KPU RI bahwa kami yang melakukan tindakan tersebut untuk itu kami ingin disampaikan kepada seluruh pihak dan khususnya KPU RI bahwa kami sama sekali tidak tahu menahu tentang tindakan kekerasan tersebut itu hanya oknum-oknum tertentu yang tidak ingin kami diakomodir dalam 5  besar angota komisioner KPU Mamberamo Tengah,” paparnyam
Untuk itu dirinya meminta kepada ketua KPU RI Melalui Korwil Wilayah Timur KPU RI Yasim, untuk tidak menerima laporan – laporan diluar dari sepengetahuanya.
“Harapan kami KPU jika ada laporan-laporan yang tidak benar atau hoax dapat dikonfirmasi kepada kami, karena kami tidak tau menau soal pemukulan tersebut, dan kami juga sebagai angota Calon KPU korban dalam peristiwa ini atas intimidasibini karena kami tidak ingin ada terjadi hal seperti ini,” paparnya.
Ia juga berharap agar KPU RI dapat menjaga netrakitas, Keseimbangan dan keselarasan selama proses seleksi.
Ia menambahkan pihaknha mengingkan agar pilkada Presiden dan Legislatif berjalan baik dan aman.
Yasmin Pengu juga menegaskan bahwa dirinya adalah warga asli kabupaten Maberamo Tenga, sehingga apa yang disampaikan dalam laporan tersebut sangatlah tidak benar bahwa dirinya AslibKabupaten Tolikara.
“Saya salah satu anak asli Maberamo tenga dan saya memiliki KTP Memberamo tenga,”
Selain itu Simson Yigibalom juga mengungkapkan bahwa dirnya adalah anak – anak asli Mamberamo Tengan yang berdomisilih di Mamberamon tengah dengan mempunyai KTP dengan kartu domisilih.
Selain itu,  ia juga mengaku akan melakukan pelaporan karena tuduhan tersebut telah mencemari nama baik merekam
“Akan kami hubungi pengacara kami terkait pernyataan yang mengunakan nama kami  kepada KPU RI kita akan bawah ke hukum dan kami buktikan siap sebenarnuya yang mencemarkan nama baik kami,” ujarnya, (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *