Bawaslu Lanny Jaya : ASN Tidak Boleh Mengekspresikan Dukungan Kepada Kandidat 

JAYAPURA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lanny Jaya memberi peringatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah itu, agar tidak sembarangan saat menghadiri kampanye pilkada atau pemilu.
Ketua Bawaslu Lanny Jaya Dujan Kogoya SH berkata ASN tak boleh mengekspresikan dukungannya kepada salah satu kandidat, meski hadir diarena kampanye.
Ekspresi yang dilarang antara lain, menunjukkan jari sebagai simbol nomor urut atau memakai aksesoris kandidat tertentu.
“Mengespresikan dukungan itu yang tidak boleh misalnya menunjukan jari, dukungan, simbol dukungan calon tertentu. Jika mereka ingin tahu materi kampanye itu boleh agar mereka punya referensi,” ujar di Jayapura, Selasa, (21/1).
Ketua Bawaslu Lanny Jaya mencontohkan, ada seorang Kepala Desa di Maluku Utara yang diputuskan bersalah karena menunjukkan keberpihakan terhadap kandidat di Pilkada. Kepala Desa itu terbukti bersalah karena mengacungkan jari sesuai dengan nomor urut calon kepala daerah.
Kendati demikian, Bawaslu mengizinkan ASN hadir di kampanye pilkada atau pemilu agar mereka bisa mengetahui visi dan misi para kandidat. ASN juga didorong menggunakan hak pilihnya jika peduli dengan program pemerintah.
“Pasal 69 PKPU No  23 tahun 2018 tentang kampanye sangat jelas menyebutkan dalam kampanye dilarang melibatkan ASN, dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan, juga kami dalam posisi yang tegas dalam menindak ASN yang tidak netral. Jika pertanyaannya pakah mereka boleh mengakses soal materi kampanye?‘ itu boleh. keberpihakan itu yang tidak boleh,” katanya tegas.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN memang tak melarang pegawai negeri menggunakan suaranya pada pemilu. Mereka hanya diwajibkan menjaga netralitas dan tidak berpihak terhadap parpol atau kepentingan politik tertentu, (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *