Yotam : Kabupaten Mamberamo Raya Masuk Wilayah Adat Tabi Bukan Saireri 

JAYAPURA – Dewan Adat Tabi diharapkan melihat status kejelasan posisi Kabupaten Memberamo Raya (Mamra)  berada di Wilayah Adat  Tabi bukan di Saireri.
“Dewan adat Mamberamo Raya, Sarmi, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Keerom segera bicara masalah ini, (Masuknya Kabupaten Mamra di Saireri) Dewan adat Tabi harus undang masyarakat Mamberamo  Raya untuk bicara dengan kami di para- para adat, kami tidak akan diam karena ini hak kami sebagai anak Tabi, karena kami dipaksa masuk ke Saireri,” kata Angota DPRP Papua Yotam Bilasi kepada media ini di Jayapura, Senin, (17/12).
Selama ini kata dia status Mamra saja belum jelas, di jalan jalan saja orang bilang masuk di Tabi sedangkan dalam administrasi  masuk di Saireri.
“Maka saya minta dewan data Keerom Jayapura, Sarmi dan Tabi bisa meyampaiakan ke Dewan Adat Papua untuk kita (Mamra) ini masuk ke Tabi, karena budayah kami di Tabi,” ungkapnya.
Menurutnya masyarakat asli Mamra sama sekali tidak ada sejarah dengan orang Sairesi.
“Ada kepentingan apa mambermo dimasukan dalam Saireri, apa lagi kami dengar ada tim saireri dengan membawah mamberamo raya, sedangkan kita tidak masyarakat tau,” tegasnya.
Bahakan ia juga mengaku dalam diskusi di DPRD sebenarnya Mamberamo raya ini masuk diwilayah mana,?
“Sementara ada isu bahwa akan dibagi dua, timur masuk tabi dan Maberamo barat masuk Saireri, tetapi dari hulu sampai hilir orang mamberamo raya  asli tetap satu, jangan pisahkan kami,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah Papua untuk tidak masukan Mamra dalam Saireri karena Mamra adalah wilayah asat Tabi.
“Orang yang mengatasnakan Mamberamo Raya jangan sampai membawah kami ke Saireri, kau  punya kepentingan apa?  kita berencana akan menanyakan  ke dewan adat Tabi sampai dimana kepedulian dewan adat kepada Mamberamo Raya sebagai orang Tabi,” katanya ,(mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *