Sekda Lanny Jaya : Bantuan Tunai Per KK Rp, 1 Juta Diharapkan Menyelesaikan Berbagai Persoalan

 

JAYAPURA – Serahkan bantuan langsung tunai Rp. 1 Juta Per Kepala Keluargga (KK) Pemerintah Lanny Jaya berharap bisa menyelesaikan beberapa persoalan mendasar di masyarakat Lanny Jaya.

Sekertaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait mengungkapkan untuk dana bantuan Tunai, sehat mandiri dan sejahtera yang diserahkan pemda hingga tahap dua dikeluarkan 60 miliar yang suda diterimah masyarakat.

Dikatakan dalam memberikan dana tersebut pemerintah berkomitmen untuk menerapkan 10 indikator yaitu.
sebelum masyarakat terima uang ada indikator dari kepala keluarga terutama mereka wajib ber KTP, wajib memiliki rekening di bank dan wajib membawa buta huruf.

“Kita ada 62,000 buta huruf kita wajib untuk menyelesaikan karena ini tugas pemerintah sehingga, diwajibkan membawa keluargga yang buta huruf yang ada di kampungmu, baru bisa terima dana itu. juga mampu membuat kebun secara masal dan punya usaha sendiri, dan tidak boleh membawah anak- anak sekolah saat jam sekolah ke kegiatan sosial, seperti acara kedukaan, buka kebun baru, jika kedapatan kita tahan dananya dan terakhir kampung dipingir jalan wajib membersihkan jalan,” ungkap Sekda Kepada media ini, Jumat, (5/10).

Ia juga meminta agar masyarakat yang tidak bergereja dalam program ini dapat di data, jadi dengan dana stimulus ini ingin menyelesaikan banyak masala.

Sementara itu, adanya angapan pemda memanjahkan masyarakat dengan program ini, Sekda menegaskak hal tersebut tidak demikian karena pemda benar – benar membebankan masyarakat untuk bekerja dengan indikator tadi.

“Manja yang bagaimana? justru kepala keluarga dia makin stress karena harus setiap hari memikirkan kartu keluarga, KTP, rekening dan juga membawa butu huruf dan usahanya mereka serta apa suda buat kebun atau belum ini yang akan dipikirkan masyarakat lanny Jaya karena masuk dalam persyaratan,” pungkasnya.

Lebih lanjud ia menambahkan dengan kuncuran dana tunai ini akan terus diefaluasi apakah tingkat perceraian meningkat, kriminalisasi, atau KDRT meningkat apa tidak, ke gereja apa tidak, Kesehatan.

“Saya suda bilang OPD dan BPMK saya minta efaluasi ini akan dilakukan,” pungkasnya, (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *