Pukul Pendamping Pj Bapati Puncak Harus Minta Maaf

JAYAPURA – Dinilai pemukulan dilakukan Penjabat Bupati Kabupaten Puncak Nicolaus Wenda diluar dari aturan dan etika, korban pemukulan selaku pendamping desa Kabupaten Puncak meminta PJ Bupati meminta maaf atas tindakan pemukulan yang dilakukan tanpa dasar yang jelas tersebut.
Selaku korban pemukulan Tenaga Ahli Partisipatif Masyarak sekaligus koordinator P3MD  Puncak Stepanus Subay TA.PP mengatakan persoalan pemukulan yang terjadi bukan karena pendamping bawah lari uang dana desa persoalan yg terjadi lantaran Karateker Bupati terprovokasi dengan bahasa “Bupati dia siapa jadi kita harus dengar dia” yang bupati tidak menanyakan malah pendamping yang disalahkan hingga di Pukul.
Ia mengaku kecewa dengan penyampaian bupati dimedia  bahwa jangan salah artikan tindakan pemukulannya untuk dua orang pendamping distrik karena  tindakan Bupati sudah berlebihan.
Dijelaskan pemukulan terjadi setelah mendegar adanya pengilan oleh Bupati dari beberpa orang, kejadian terjadi 13 Agustus sesuai petunjuk kepala DPMK dan sudah berjalan beberapa kampung sudah menerima dana tersebut kemudian datang lah dua orang  PLD dan merasa tidak terima dengan penyaluran ini, mereka selanjudnya melapor ke Bupati.
“Tidak tau apa yang dibicarakan dengan Bupati kemudian Bupati marah dan pangil pendamping mereka (PLD) membawa paksa teman PD distrik, dengan terjadi pertengakaran disalah satu warung, mereka katakan bupati ada panggil, kemudian mereka membawah PD tersebut ke bupati terus bupati tanpa tanya langsung memukul PD tersebut dan mengatakan kita tidak hargai bupati datang tidak melapor padahal kita suda seminggu di Ilaga PD tersebut ada baik dengan 14 kepala kampung di Distrik Omukia sekalian mereka menandatangani berkas pengajuan pencairan dan mereka sudah pencairan dana,” katanya yang masih memiliki luka lebam dimuka itu.
Dari peristiwa ini ia meminta adanya permintaan maaf oleh Bupati serta menarik perkataan yang disampaikan melalui media ini bahwa jangan sampai ada salah tafsir soal aksi pemukulan tersebut.
“Kita minta Bupati dapat menarik perkataannya tersebut dan meminta maaf dihadapan masyarakat seperti apa yang dia lakukan kepada kami pada saat pemukulan karena kami sudah sangat dipermalukan,” ujasnya
Sementara itu, usai menerimah pengaduan dari kelurgga korban pemukulan. Angota Komisi Satu DPRP Papua Emus Gwijangge menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan, PJ Bupati Puncak, Nicolaus Wenda tersebut diluar kendali dan berlebihan
“Kami dari komisi satu bidang pemerintahan, hukum, politik dan ham melihat pemukulan oleh PJ Bupati Puncak di video yang viral, saya secara pribadi dan lembaga katakan itu tindakan suda keterlaluan,”  tegasnya.
Ia mengatakan sebagai sesama anak Papua, seharusnya para pendamping dipangil dan minta penjelasan, terkait persoalan kenapa terlalu arogan sampe pemukupan kepada pendamping, sedangkan mereka ini anak – anak papua sendiri.
“Saya juga sampaikan kepada pendamping dalam waktu dekat kami akan pangil penjabat Bupati dan Kepala BPMPK Provinsi, untuk meminta penjelasan, dia (Pj Bupati) tidak punya kewenagan ini kewengan  ada di BPMPK. intinya dia tidak boleh melakukan hal yang berlebihan karena ini suda mengarah  ke hukum,” ujarnya
Ia mengaku komisi satu akan dorong karena kasus ini suda memalukan dan berlebihan karena secara etikanya tidak ada.
“Saya harap pihak korban kumpulkan data dan masukan ke kami, karena kita akan bawah ke proses hukum siapa yang benar dan salah kita lihat disana,” ujarnya.
Di temat terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMPK) Provinsi Papua Donatus Motte mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Bupati seharusnya tidak dilakukan sebagai pejabat pimpinan daerah.
“Saya belum menerima laporan kronologis  dan saya akan cari tau masalahnya dimana, sehingga saya akan bertanya kepada BKD yang menjabat PJ Bupati Puncak ini, Kenapa beliau pukul dan sebagai pejabat Bupati seharusnya  Dia memanggil anak-anaknya untuk berbicara tanpa harus memukul karena tidak semua orang tua harus memukul anak,” ujarnya Mote, (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *