Tenaga Analisi Kesehatan Dibutuhkan di Papua

Kepala sekolah Sekolah Menengah kejuruan Kesehatan (smakes) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dok II Jayapura,Sefnat Kambu, saat acara penyerahan sertifikat PLS (Pengenalan lingkungan sekolah) dan penyerahan murid didik dari orang tua kepada pihak sekolah, berlangsung di Smakes Dok II Jayapura, Selasa (17/7),kemarin.

JAYAPURA-Tenaga anaslisi kesehatan di Provinsi Papua masih dibutuhkan, bahkan sejumlah daerah di papua masih minim akan tenaga analisi kesehatan, padahal peran dari tenaga analisi kesehatan sangat dibutuhkan untuk membantu dokter dalan mendiagnosa penyakit terhadap pasien.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala sekolah Sekolah Menengah kejuruan Kesehatan (smakes) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dok II Jayapura,Sefnat Kambu, saat acara penyerahan sertifikat PLS (Pengenalan lingkungan sekolah) dan penyerahan murid didik dari orang tua kepada pihak sekolah, berlangsung di Smakes Dok II Jayapura, Selasa (17/7),kemarin.

“Data dari Sumber daya manusia Dinas kesehatan Provinsi Papua, menunjukan bahwa tenaga analisis kesehatan masih dibutuhkan di Papua, dikarenakan pemekaran wilayah atau Kabupaten, yang berdampak pada pemekaran rumah sakit, puskemas, sehingga tenaga analisis kesehatan sangat dibutuhkan,”ungkapnya.

“Sehingga kebijakan dari Pak Kepala Dinas kesehatan agar tenaga analisis kesehatan harus ada di setiap puskemas, sehingga membantu tenaga analisi di laboratorium di puskesmas, untuk itu pada tahun ini, kami buka quota juga bertambah,”tambahnya.

Lanjut Sefnat Kambu, untuk mencukupi tenaga analisi kesehatan, maka khusus untuk Smakes Dinas kesehatan Jayapura, untuk tahun ajaran ini,menerima 237 murid, ini lantaran animo orang tua untuk mendaftaran anaknya ke Smakes Dok II Jayapura cukup tinggi, bahkan pihak sekolah harus membuka kelas tambahan lagi bagi para murid,meski begitu untuk tahun ini, pihak sekolah akan memantau sejauh mena perkembangan pendidikan dari murid, selama enam bulan,jika tidak menunjukan perkembangan pendidikan yang baik, maka dengan sangat terpaksa sekolah akan mengambil langkah tegas, salah satunya murid tersebut bisa dikeluarkan.

“quoat hanya 5 kelas, namun karena animo begitu tinggi, maka kita bijaksanai dengan izin dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kita tambah lagi 2 kelas jadi 7 kelas, namun kita tidak melanggar aturan pendidikan, dimana tiap kelas kita tetap mengisi 36 siswa di satu kelas,sehingga proses belajar tetap efektif,”tukasnya.

Kambu menambahkan khusus di Smakes Jayapura, hingga tahun 2017 sudah meluluskan sekitar 1400 lebih alumi, bahkan alumi dari Smakes Jayapura ini, juga sudah tersebar di seluruh Indonesia, ada di Jawa, sulawesi dan sumatera, ini membuktikan bahwa Smakes Jayapura, kualitasnya tidak kalah dengan Smakes di luar Papua, dikarenakan tenaga mereka sangat dibutuhkan,merekalah yang bisa memeriksa darah,urin,dahak,kerokan kulit,tinja, macam-macan cairan pasien, hasil pemeriksaan tersebut, yang bisa dipakai oleh dokter, untuk mendiagnosa dugaan penyakit pada pasien, menentukan jenis penyakit dan pengobatan yang tepat, sehingga tenaga mereka sangat dibutuhkan.

“kita berharap mereka ini bisa lulus semua, sehingga kebutuhkan akan tenaga analisi kesehatan di Papua bisa teratasi,sehingga saya mewakili sekolah, berharap dukungan dan kerja sama yang baik antara orang tua dan kita,”uangkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Seto,mengatakan kegiatan PLS diikuti sebanyak 237 siswa,yang dilksanakan sejak Senin (16-17/7),dan yang diyatakan lulus sebanyak 226 siswa,sementara 11 tidak lulus,dengan materi terkait Narkoba dari BNN, termasuk materi kebangsaan dari Kodam XVII/Cenderawasih, serta Polsek Jayapura Utara.(mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *