Pemerhati HAM Pegunungan, Minta Komnas Ham Segera Bentuk Tim Ke Nduga

 

Pemerhati HAM Pegunungan Theo Hesege

JAYAPURA – Permerhati HAM  pegunungan Theo Hesegem mendesak Komnas HAM segera membentuk tim monitoring kasus yang terjadi di Kabupaten Nduga provinsi Papua.

Theo Hesegem, melalui sambungan telepon selulernya mengungkapkan keprihatinannya terkait kejadian serangan aparat keamanan di Nduga.

“Dengan segalah keperihatinan saya, terkait kasus Kabupaten Nduga
Saya mendesak kepada Komnas ham untuk segera bentuk tim indefenden, untuk melakukan monitoring dilokasi kejadian ( TKP ) untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat sipil yang ada di Kabupaten Nduga yang selam ini sangat rasa kepanikan dan trauma,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada pihak aparat Militer dan Polisi dan OPM memberikan ruang kepada Tim Indevenden yang akan dibentuk untuk melakukan pemantauan di lokasih.

“Dan mohon supaya pasukanya militer untuk segera ditarik,” tegasnya.

Sementara itu, melihal fenomena berita di koran lokal dan nasional, ia menilai ini hanya menjadi saling tuding menuding dan saling menyalahkan satu sama yang lain. karena apa yang disampaikan media itu juga belum tentu benar semua Wartawan juga ada ke TKP untuk meliput peristiwa
yang dimaksud.

“Komnas perwakilan Papua bekerja sama dengan komnas ham Jakarta secara resmi harus membentuk Tim agar melakukan monitoring lansung ke Tempat Kejadian Perkara,” paparnya.

Sementara itu, kepada Pihak OPM dan TNI/ Polri ia juga meminta memberikan ruang ini agar tim yang akan dibentuk dan yang akan kesana bisa dapat bekerja dengan bebas.

Pemerhati Ham Theo Hesegem yang mengaku memiliki kartu pembela Ham internadional itu, mendesak komnas ham untuk segera membentuk Tim pencari fakta terkait kasus Nduga.

“Saya sangat sedih sekali mendengar banyak berita yang beredar kedua belah pihak juga menjadi korban termasuk masyarakat sipil yang notabenenya tidak tau permasalahan menjadi korban trauma dengan kondisi yang dimaksud,” katanya,

Sebelumnya Bupati Kabuapten Nduga Yairus  Gwijangge mengungkapkan, serangan udara itu bikin takut masyarakat (teror) dengan melakukan tembakan dari atas.

“Setelah saya pantau, akibat dari tembakan dari udara itu tidak ada masyarakat yang kena (korban),” ungkap bupati Yairus.(mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *