Soal Tambang Ilegak Di Yahukimo, Pemda Akan Pangil Pemilik Hak Ulayat

Dampak aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan disalah satu daerah di Kabupaten Yahukimo.
JAYAPURA – Atasi persoalan tambang ilegal di beberapa wilayah di Kabupaten Yahukimo yang suda meresahkan masyarakat Bupati Yahukimo Abock Busup berencana akan memanggil pemilik hak ulayat dan pihak penambang ilegal.
Namun, kata Abock pemangilan tersebut akan dilakukan usai pilkada Gubernur Papua.
“Tambang ilegal ini sampai sekarang masih berjalan sebenarnya pemerintah melarang keras, tetapi ada persetujuan dari pemilik hak ulayatnya masyarakat adat yang mereka menerimah, ini yang mempengaruhi adanya tambang,” kata Abock kepada media, di Jayapura, Selasa, (3/7)
Sehingga lanjud Bupati setelah pemilihan Gubernur akan dukumpulkan bersama masyarakat.
“Selesai kami akan panggil pemilik hak ulayat untuk meminta kesepakatan bersama, bahwa aturan suda dilarang sehingga tidak boleh lagi digali,” tegas Bupati.
Maka, bagi yang sudah lakukan penggalian sudah cukup sampai disitu, kedepannya tidak boleh lagi dilakukan karena akan mengakibatkan konflik antar warga.
Bahkan  Abock mengakui untuk pendistribusian tambang ilegal tersebut ada transportasi yang mengangkut berupa Heli sebanyak 4 buah.
“Untuk ke tempat tambang emas ini ada 4 Heli di Yahukimo,” ujarnya.
Tampak, helikopter milik penambang ilegal saat memasuki wilayah pertambangan di Korowai, Kabupaten Yahukimo.
Ia menambahkan masyarakat adat dan pihak swasta akan dikumpulkan untuk membicarakan masalah ini supayah lebih cepat ditangani karena tambang ini mereka masuk secara ilegal.
“Pemerintah tidak perna berikan izin! saya berpihak kepada rakyat saya, karena dari tambang ini pemerintah tidak mendapat apa -apa jadi saya akan tetap tegas,” ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Komunitas Perduli Kemanusiaan di Daerah Terpencil ( Kopkedat) Papua Yan Akobiarek menungkapan kekecewaanya dimana masyarakat Korowai yang hidup miskin dirampas kekayaan alamnya oleh orang luar yang datang menggunakan helikopter.
“Hari ini Heli terbang lalu lalang di atas Langit Yahukimo, dulunya hanya satu, dua saja sekarang sudah ada beberapa jenis lagi yang beroperasi untuk mobilisasi bama dan lain lain untuk aktifitas penambangan di Korowai.
Saya sejak beberapa minggu yang lalu bertemu banyak orang pendatang dari berbagai penjuru  ditengah hutan yang sedang berjalam kaki mereka berjalan berjam-jam di dalam hutan rimba untuk menuju ke titik tempat pendulangan di Kawe dan sekitarnya,” katanya melalui pesan singkatanya kepada media ini, (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *