Undang KPU dan Panwas Pj Bupati Minta Tahapan Progres Kerja 

Pj Bupati Puncak Nikolaus Wonda, MM

 

JAYAPURA – Pj Bupati Kabupaten Puncak Drs. Nikolaus Wonda, MM meminta semua tahapan KPU untuk sementara di hentikan sambil menunggu keputusn KPU Papua dan Kapolda katanya pada rapat koordinasi dengan KPU dan Panwas dinkantor bupati puncak belum lama ini
Kepada Cenderawasih Pos dalam telpon selulernya mengatakan, Selasa, (19/6) sebagai kali pertama dirinya memimpin rapat koordinasi dengan KPU dan Panwas Kabupaten Puncak di Kantor Bupati Puncak pada Tanggal, (14/6) 2018 setelah dua minggu dilantik sebagai Pj. Bupati Puncak mengaku KPU dan Panwas selama ini tidak berkoordinasi denganya sehingga dirinya mengundang untuk menanyakan tahapan yang dilakukan.
Dalam rapat koordinasi tersebut Pj. Bupati Puncak Drs. Nikolaus Wenda  meminta penjelasan kepada KPU dan Panwas Kabupaten Puncak terkait proses Pilkada yang sedang berlangsung saat ini.
“Setelah saya dilantik sampai saat ini sudah hampir dua minggu pihak KPU dan Panwas Puncak belum pernah memberikan laporan secara lisan atau tertulis terkait proses pilkada di Kabupaten Puncak karena salah satu tugas sebagai Pj. Bupati Puncak adalah mengawasi dan ikut menyukseskan Pilkada Gubernur dan Wakil Guber Papua dan Bupati dan Wakil Bupati Puncak pada Pilkada serentak Tahun 2018,” kata Pjs Bupat
Pj. Bupati Puncak meminta kepada KPU dan Panwas Puncak agar semua tahapan untuk sementara dihentikan dulu sampai setelah selesai rapat di Provinsi Papua tanggal, 19 Juni 2018 baru dilanjutkan.
“Karena ada masalah dari panwas dan KPU sehingga harus diselesaikan di Provinsi karena dipuncak itu rawan, jika tidak diselsaikan bisa bermasalah, maka saya juga minta ketiga kandidat hadir,” ujarnya.
Pj Bupati mengakui pada hari yang sama ribuan masa memadati kantor Bupati Puncak dari Pendukung Repinus Telenggen dan David Ongomang serta Paslon Hosea Murib dan Yoni Wanimbo sehingga dirinya langsung menerima massa yang datang di kantor Bupati tersebut. Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh massa pada saat itu adalah meminta kepada KPU untuk menetapkan tiga calon biarkan masyarakat yang memilih pemimpin mereka atau pilkada harus ditunda karena KPU Puncak dinilai tidak jujur dan netral dala menjalankan tugas dan kalua dipaksakan maka tetap akan ada konflik.
“Untuk mencegah adanya permasalahan pilkada di Kabupaten Puncak maka kami siap memfasilitasi pihak-pihak terkait untuk memutuskan masalah pilkada Puncak agar semua pihak menerima dan puas,” ujarnya.
Masyarakat kata Pj Bupati diharapakan bersabar sambil menunggu keputusan setelah pertemuan dengan Kapolda dan KPU provinsi, ia juga menepis adanya dugaan dirinya pro pada salah satu kandidat.
“Saya didukung oleh masyarakat dan masyarakat jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, maka saya ingin ini jangan di salah tapsirkan,” ujarnya. (mar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *